Sekjend Visioner Indonesia : Sambut Positif Rencana Polri Bentuk Satgas Nusantara

  • Bagikan

JAKARTA – Marak nya kasus yang terjadi akibat polarisasi politik terhadap gelaran pesta demokrasi lima tahunan, maka institusi kepolisian republik Indonesia berencana membentuk Satgas Nusantara untuk mencegah polarisasi politik di pemilu 2024 mendatang.

Hal itu disambut dari berbagai kalangan, kali ini di sambut baik oleh Sekretaris Jendral Visioner Indonesia Akril Abdilah.

Akril mengatakan, polarisasi dalam dunia politik dilakukan sebagai branding untuk mencari dukungan masyarakat dan menaikkan elektabilitas.

“Kami menyambut positif gagasan dari Polri untuk membentuk Satgas Nusantara sebagai upaya mencegah polarisasi politik identitas pada pesta demokrasi lima tahunan,” kata Akril kepada wartawan di Jakarta, Selasa, (21/06/2022).

Namun sayangnya branding politik yang dilakukan cenderung ke arah yang notabene saling menjatuhkan, menyebarkan isu perpecahan serta hal kontras lainnya.

“Polarisasi politik terjadi bukan hanya tataran elit, tetapi terjadi juga di tengah-tengah masyarakat. Dari elit partai hingga rakyat sipil semakin terang-terangan melakukan cara-cara yang buruk untuk menunjukkan sikap politiknya,” bebernya.

Akril mengungkapkan, tren mengunakan politik identitas sangat meningkat menjelang Pilkada, di mana masing-masing kubu dibuat bermusuhan dengan cara dan taktik apapun. Polarisasi dilakukan sebagai branding oleh pelaku politik.

Dalam dunia perpolitikan, branding digunakan untuk mencari atensi masyarakat dan sebagai pendongkrak elektabilitas. Namun, branding politik yang dilakukan cenderung ke arah yang notabene saling menjatuhkan, menyebarkan isu perpecahan, dan hal kontras lainnya.

“Tidak heran, banyaknya kasus terkait polarisasi politik yang menyertai gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu contohnya pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak 2019, khususnya pada momen Pemilihan Presiden dimana terlihat gejala menguatnya eksploitasi identitas sebagai propaganda politik, atau politisasi Suku, Agama, Ras, Antar Golongan (SARA),” ucapnya.

Maka dari itu, Akril berharap dengan adanya Satgas Nusantara yang dibentuk Polri, semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan antara anak bangsa dan tidak saling memecah belah satu sama lain dapat tercapai.

“Kami berharap Satgas Nusantara dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya polarisasi ditengah-tengah masyarakat baik pasca maupu seusai pemilu,” harapnya.

Aktivis asal Sulawesi Tenggara itu juga mendorong Polri segera membentuk Satgas Nusantara yang melibatkan Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan Ormas untuk mensosialiasikan dan memberikan, pemahaman dan peringatan terhadap masyarakat yang terindikasi melakukan polarisasi.

“Kami berharap Polri melibatkan Mahasiswa dan ormas untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi dan peringatan terhadap masyarakat yang terindikasi melakukan polarisasi”, tutupnya.

  • Bagikan