Generasi Muda Penentu Pemimpin Masa Depan

  • Bagikan
Foto Istimewa (kliksajasultra.co) Untung Lapaudi.

Oleh 

Untung Lapaudi

(Mahasiswa Pasca Sarjana S3 Universitas Negeri Jakarta)

Ketika saya selaku pembaca dalam melihat tulisan yang cukup aktual dan ilmiah dalam studi empirisnya, menggambarkan Indonesia dalam prespektif Global.

Tidak hanya sampai disitu saja pembahasannya melainkan berbagai pandangan Para tokoh politik yang menjajakan dirinya dalam gumpalan kekuasaan yang cukup dekat dengan pagar-pagar istana baik di Bogor maupun DKI Jakarta.

Krisis Multidimensi yang terjadi di republik ini memberikan pengalaman besar bagi pemimpin-pemimpin selanjutnya “jika tidak ada kampanye 3 Periode”, dengan Persoalan yang di picu oleh Pandemi Covid-19 berimplikasi pada terjadinya turbulensi politik yang melahirkan dinamika baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Situasi yang sebelumnya tidak pernah terprediksi oleh siapapun menjadi sebuah fenomena baru. Mulai dari perubahan tatanan sosial, hingga gejala politisasi yang dimainkan para elit, hingga gejala politisasi pasca Pandemi.

Sebuah artikel yang dipublikasikan Hardvard University bahkan menyebutkan pascapandemi, banyak Negara yang akan berubah di luar perkiraan.

Nada cemas dari hasil riset Harvard, merujuk pada sikap otoritarianisme yang menguat di berbagai belahan dunia. Mereka menabuh gendang ditengah-tengah bencana global Pandemi covid-19 Ditengah bencana yang melintasi bencana, kita semua menyaksikan dinamika kehidupan kebangsaan kita dengan perasaan remuk redam, sesama anak bangsa saling menegasi.

Pranata-pranata kekuasaan di mobilisasi tanpa henti dan Tanpa batas. Demikian pula kehidupan sosial masyarakat diusik untuk saling berbenturan satu dengan yang lain. Kondisi ini yang membuat anak bangsa saling menghujat etika dala publik space tidak terkontrol.

Sedangkan dengan kondisi crut marut, energi alam kita tersedot dengan sistem oligarki yang cukup kuat dalam mencengkram tatanan sosial masyarakat, kondisi sepele contoh konkrit salah satu sumber bahan pokok menjadi langka di negeri “Gemah Ripah Loh Jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman”, sebuah kontra produktif logika kebijakan yang sangat menyesatkan dinegeri sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah.

Sehingga energi kita pun terdampak pada saat yang bersamaan sumber daya bangsa besar ini terkuras di arena pertarungan kepentingan ekonomi politik global.

Dengan demikian, ini tidak akan pernah habis menjadi pembahasan kebijakan Nasional, kita perlu memastikan bersama kiblat bangsa kita hari ini, sudah benarkah arah yang kita tuju sesuai dengan amanat konstitusi yang telah digagas oleh pendiri bangsa. Sudah benarkah arah yang kita tuju.

Bagaimana dengan pondasi kebangsaan kita, mesti dipastikan apakah masih tetap seperti haluan negara atau telah bergeser. Agar kita tetap menjadikan sebagai pijakan dalam berbangsa dan bernegara dalam menentukan posisi arah kebijkan.

Dengan ini mempertegas bahwa perubahan generasi terlihat dengan sangat jelas, konsistensi dalam melahirkan generasi emas indonesia tidak hanya dalam menciptakan manusia pada sektor industri tetapi peralihan dalam menentukan arah kebijakan Kedepan adalah pelibatan anak muda generasi mileneal sebagai Lokomotif penentu pemimpin masa depan.

Jakarta, 24 Agustus 2022.

  • Bagikan